header coretan ibu kiya

Aktualisasi Diri

2 komentar
Oleh Nining Purwanti

Bunsay iip
Quote Bunsay Institut Ibu Profesional

Entah berawal dari siapa dan darimana, mom war itu selalu ada, dan tersebar di media sosial. Salah satunya mengenai 'Ibu Bekerja vs Ibu Rumah Tangga’ atau ada juga yang menyebutnya, ‘Full Time Mom vs Working Mom’.

Mereka beradu pendapat, dengan segala argumen yang berusaha menonjolkan pilihannya masing-masing. Alih-alih memberi pencerahan bagi pembaca, atau pengikutnya, argumen  mereka tak lebih dari perang kesombongan semata.


Lalu, di pihak mana Ibu Kiya berada? Alhamdulillah, sejauh ini, saya tak pernah ikut andil di antara keduanya. Bagi Ibu Kiya, setiap pilihan yang diambil oleh seorang wanita, terlebih ibu, tentu sudah sepaket dengan konsekuensinya.

Memilih menjadi wanita karir di ranah publik, berarti ia harus mampu membagi waktu dengan baik agar bisa menyelesaikan tanggung jawab utama di rumah, dan tetap berprestasi di tempat bekerja. Tanpa mengambinghitamkan anak, dan pekerjaan domestik sebagai kendala dalam menyelesaikan tugas kantornya.

Sebaliknya, ketika memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, seorang wanita harus mampu menyelesaikan tugas domestiknya, mengoptimalkan waktu dalam membersamai buah hatinya, dan tetap memiliki waktu untuk menekuni hobi, atau mengembangkan bakat yang dimiliki. Dengan demikian, ia akan tetap produktif, dan mampu berkarya.

Hal tersebut, sesuai dengan materi, dan diskusi kelas bunda sayang minggu lalu. Di ibu profesional, semua ibu adalah bekerja. Baik yang memilih ranah publik ataupun domestik. Yang membedakan hanya sejauh apa kesungguhan kita dalam menjalani pilihan yang diambil.

Tidak ada yang lebih baik antara satu dengan yang lainnya, tidak perlu pula menyombongkan diri, karena pada setiap pilihan ada tantangan, ujian, dan juga konsekuensi yang menyertai.

Berkarya dan menjadi produktif merupakan salah satu wujud syukur kita terhadap Sang Maha Pencipta.

Karena sesungguhnya, berkarya-menjaga amanah, mendidik anak dapat berjalan seiringan. Tidak ada yang perlu dikorbankan. – Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional

Jika selama ini kita merasa lelah dengan rutinitas yang itu-itu saja, tanpa ada hal produktif atau karya bermakna yang dihasilkan, barangkali hal-hal berikut dapat kita lakukan untuk mendapatkan solusi.

1. Lakukan penerimaan diri atas pilihan yang diambil.
Indikator yang dapat kita gunakan untuk memilih :
Apakah kemuliaan hidup anak dan keluarga semakin bertambah?
Apakah kita memilih dengan sadar dan bahagia dalam menjalani setiap konsekuensinya?

2. Fokus, berbahagia, dan bersungguh-sungguh.
Hal ini bisa kita lakukan dengan berkarya sesuai hobi atau potensi kita.
Misalnya :
Arum suka mengeluarkan  unek-unek melalui media tulis. Di sela aktivitas utamanya, ia bisa belajar lebih mendalam tentang dunia kepenulisan, agar ia dapat menjadi penulis sungguhan.

Rina suka sekali memasak, ia mulai belajar serius dan mengembangkan kemampuan memasaknya agar masakannya tak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi  bisa menghasilkan pundi rezeki.

3. Menjadi produktif bisa dari mana saja.
Hasil yang diperoleh sesuai dengan kesungguhan kita dalam menjalaninya.

Aktualisasi Diri
Aktualisasi Diri

4. Atur strategi agar seimbang dalam berkarya dan mendidik anak.
Ibu harus pandai membagi waktu, dan melaksanakannya dengan baik. Hal ini bisa disiasati dengan membuat jadwal harian secara jelas. Kita juga harus pandai menentukan skala prioritas. Pekerjaan tertentu bisa didelegasikan ke orang lain. Misalnya :
Bagi ibu yang bekerja di ranah publik, yang seharian sudah menghabiskan waktunya di kantor, bisa mendelegasikan tugas cuci, setrika, bersih-bersih rumah pada bibi (asisten rumah tangga).

Ibu yang bekerja di ranah domestik harus mampu menguatkan emosi, hati, dan pikiran untuk bersungguh-sungguh melakukan peran dalam rumah. Hal ini bisa disiasati dengan menciptakan tantangan bagi diri sendiri, serta membuka diri untuk terus belajar, mendalami potensi, atau hobi yang dimiliki.

The Miracles
The Miracles, antologi karya Ibu Kiya

Memilih bekerja sebagai working mom ataupun full time mom sah-sah saja. Tak perlu diperdebatkan, tak usah saling mengunggulkan apalagi merendahkan.

Apapun pilihanmu, selamat dan semangat untuk menjadi produktif, dan menghasilkan karya yang manfaat. đŸ˜‰đŸ˜˜

___

Sumber referensi :
Peni, Septi. Bekerja dan Menjaga Amanah. 20 Agustus 2018. https://padepokan margosari.com/2017/03/16/berkarya-dan-menjaga-amanah/
Materi Bunda Sayang Institut Ibu Profesional.
Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional.
Hasibuan.1996.Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas. Jakarta : Bumi Aksara.

___
#komunitasonedayonepost #ODOP_6 #Day04 #BunsayJateng4
Nining Purwanti
Selamat datang di blog Ibu Kiya. Ibu pembelajar yang suka baca, kulineran, jalan-jalan, dan nonton drama Korea. Selamat menikmati kumpulan coretan ibu Kiya, semoga ada manfaat yang didapat ya. ��

Related Posts

2 komentar

  1. tertegun mba bacanyaa, semoga bisa menguatkan diri saya untuk bisa lebih istiqomah menjadi full mom. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin allohumma aamiin. Semangat berkarya mbak. đŸ˜˜đŸ˜˜đŸ˜˜

      Hapus

Posting Komentar