header coretan ibu kiya

HWARANG : Enam Pemuda Pengubah Peradaban

14 komentar
HWARANG

Di tangan pemuda keberlangsungan sebuah negara dipertaruhkan. Kehadiran anak bangsa yang berjiwa yang ksatria, nasionalis dan patriotik, mampu menggulingkan kekuasaan yang menyengsarakan.


“1.500 tahun yang lalu, pada tahun ke-12 pemerintahan Jinheung sebagai raja Silla, kerajaan terlemah dari tiga Kerajaan ....”


Mengambil latar pada masa Korea masih dipimpin oleh tiga kerajaan, yaitu Goguryeo, Baekje, dan Silla. Drama ini mengisahkan tentang pembentukan Resimen Hwarang.


Drama dibuka dengan kisah persahabatan dua pemuda beda kasta, GAE-SAE atau MOO-MYEONG atau SEON-WOO (diperankan oleh Park Seo Joon), dengan MAKMOON (diperankan oleh aktor dan entertainer Lee Gwang-soo).


Demi mencari orang tuanya, kedua pemuda ini menyelinap ke kota. Pada masa itu, rakyat jelata tidak boleh memasuki wilayah kota kerajaan. Mereka hidup terasing di luar gerbang. Melanggar ketentuan bisa berujung pada kematian.


Meski berhasil menyelinap, harapan mereka tak sepenuhnya tercapai. Karena melihat wajah 'Raja yang disembunyikan’, Makmoon mati di tangan prajurit kepercayaan Ibu Suri (yang saat itu menduduki tahta demi melindungi raja yang sesungguhnya).


Gae-sae yang sekarat melihat tanda raja di tangan pembunuh Makmoon. Berkat pertolongan ayah Makmoon, Gae-sae selamat. Ia hidup menjadi Seon-woo untuk balas dendam atas kematian sahabatnya.


Di saat yang sama, Ibu Suri yang mulai panik karena tahtanya akan digulingkan oleh pejabat pemerintah yang memberontak, mengutus seorang yang ia percaya untuk membentuk Hwarang.


Dalam fakta sejarah disebutkan, Hwarang adalah kelompok pemuda ‘cantik’ yang dididik untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat melalui pelatihan keras dalam bidang seni bela diri, disiplin diri, norma sosial dan perilaku. Mereka diharuskan untuk mengembangkan etos yang melayani kepentingan negara, menghargai tradisi, serta menciptakan jiwa kooperasi, kesetiaan dan semangat.


Seperti dikisahkan dalam drama, alasan pembentukan Hwarang adalah karena hegemoni politik di Silla pada masa itu. Mereka dibentuk menjadi pasukan berani mati yang setia pada raja dan kerajaan sekaligus untuk menjadikan putra-putra para bangsawan sebagai jaminan “sandera” agar para bangsawan dan tuan-tanah yang juga memiliki pasukan-pasukan pribadi, dan beberapa dari mereka adalah para komandan pasukan kerajaan, tidak melakukan pemberontakan.


Perjalanan Seon-woo mencari pembunuh Makmoon menyeretnya tergabung dalam Hwarang. Di sana, ia kembali menemukan sahabat sejati. Bersama kelima pemuda lain, mereka melakukan berbagai perubahan yang mengguncang tatanan pemerintahan Silla.


Di sinilah konflik mencapai titik klimaks. Tanpa diduga, Seon-woo adalah keturunan dari Pangeran Bidae (Pangeran Hwikyung). Ia memiliki hak untuk naik tahta. Karenanya, para pemberontak berkonspirasi mengangkat Seon-woo sebagai raja pengganti.


Seon-woo harus memilih. Maju melawan sahabat sekaligus saudaranya, Ji Dwi, Raja Jinheung (diperankan oleh Park Hyung Sik) yang sah. Atau bertahan sebagai Hwarang, mendukung Ji Dwi naik tahta, menumpas pemberontak, dan mewujudkan pemerintahan Silla yang baru.




Sama seperti drama-drama sejarah Korea lainnya, walaupun bertema sejarah dan mengambil latar kerajaan kuno, kisah Hwarang tetap menyelipkan unsur fiksi.

Hwarang: Poet Of Youth” atau “Hwarang: The Beginning” yang diproduksi tahun 2017 ini mampu mengobati rinduku pada drama berlatar kerajaan (saeguk). Dikemas dalam genre romance, dengan menampilkan banyak idol dan aktor tampan Korea, membuat drama ini booming di luar Korea.

Paling menarik bagi saya tentu pesan moral yang terselip di dalamnya. Sebagai pemuda harapan bangsa, Seon-woo dan teman-temannya menjadi sasaran empuk provokator untuk mewujudkan misi mereka menggulingkan pemerintahan yang sah. Kecerdasan dan hati mereka benar-benar diuji untuk menentukan pilihan yang tepat.

Ikut larut dalam arus propaganda, menjadi pemberontak demi kebahagiaan sendiri dan golongan atau berani berjuang melawan ketidakadilan demi kesejahteraan rakyat dan negerinya.  Persis seperti yang terjadi di negeri kita saat ini.

So, tonton drama ini supaya pikiran dan hati kita terbuka. Selamat menonton. 😉

___

#TugasReviewFilm
#DramaKorea
#KelasFiksiODOP6
#OneDayOnePost
Nining Purwanti
Selamat datang di blog Ibu Kiya. Ibu pembelajar yang suka baca, kulineran, jalan-jalan, dan nonton drama Korea. Selamat menikmati kumpulan coretan ibu Kiya, semoga ada manfaat yang didapat ya. ��

Related Posts

14 komentar

  1. Drakor ya, kirain historical fiction hehehe

    BalasHapus
  2. Drakor jg byk yg kaya historical fiksi

    BalasHapus
  3. Duuuh ini sebelum Seon Deok kah rajanya? Kepoo wkwk. Entah kenapa jdi keinget para Hwarang di Seon Deok. Asli skill pedangnya keren bets

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut sejarahnya sih gitu, Mbak. Cuss ditonton deh. #kompor 😂😂😂

      Hapus
  4. baru tahu ada perbedaan kasta juga di korea...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya zaman dulu di semua negara ada deh, Pakde. Dilihat dari film sejarahnya sih. #soktahuiniaku 😆

      Hapus
  5. Coba bisa krim ke google drive ya mba Ning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Krik ... Krik ... Aku nontonnya pake viu, Ka'a. 😅

      Hapus

Posting Komentar