header coretan ibu kiya

Mengerti Maumu

Posting Komentar
Bunda Sayang
Komprod Day 15

Pagi baru datang menyapa, langit masih gelap gulita, si Ayah sudah bersiap berangkat kerja. Beginilah jika ayah shift pagi, usai subuh harus segera meluncur pergi.


Berhubung pagi ini listrik di rumah sedang digunakan untuk beberapa keperluan, kita pun ngobrol di teras sambil gelap-gelapan. Memanfaatkan momen kebersamaan, meski sebentar, itupun nungguin ayah pakai sepatu dan beberapa perlengkapan. 😁

“Ayah nanti pulang jam berapa?” tanyaku setengah berbisik, karena suasana masih sunyi, menghindari kehebohan yang mengganggu tetangga.

“#@&&:# …”jawab ayah sambil mengikat tali sepatu.

Hadeeeh … gak jelas sama sekali. 😅
Kalau dipaksakan untuk bertanya, bisa jadi bukan jelas arah percakapan, justru bisa menimbulkan kerunyaman. Padahal si ayah butuh mood baik untuk memulai pekerjaan. Akhirnya pilih menunggu sampai aktivitasnya selesai dulu.

Begitu ayah sudah dalam posisi siap, ibu mengulangi pertanyaan yang sama.

“Jadwalnya jam 2an siang, Buk. Kenapa emangnya?” jawab di ayah, seolah paham kalau ibu bertanya pasti ada sebuah rencana yang tersimpan rapi di belakangnya. Istilah kerennya, 'Ada udang di balik bakwan’. Ups. Di balik batu, begitulah kiranya. Mhuahahaaa … Ya Allah, kok kesannya, ibu Kiya itu pamrih banget yak? 😅

“Ayah Herwan jatuh, dan pipinya sobek katanya.” jawabku.

“Lha kok bisa sobek?”
Semaput di kamar mandi.”

“Kok bisa sobek?”
Semaput katanya.”

“Lha kok bisa sobek?” ucapnya sekali lagi dengan nada mulai meninggi.

Hmmm … ini ucapanku yang kurang jelas, atau kami memang sama-sama salah menafsirkan arah pembicaraan ya?

Ibu pun memilih untuk lebih mendekatkan diri ke ayah. Menatap mata tajamnya dengan lembut, meski dalam kegelapan. Wkwkwkkk … sok romantis kan? 😆

“Bude cerita, kalau Ayah Herwan kemarin tidak ke pasar, karena pingsan di kamar mandi terus pipinya sobek. Ibu juga belum tahu pasti, mungkin waktu jatuh ketatap lantai atau bagaimana. Makanya nanti kita ke sana ya.” jelasku panjang kali lebar.

“Ya. InsyaAllah, nanti ayah usahakan segera pulang. Ayah berangkat dulu ya. Assalamualaikum.” ucapnya sambil tersenyum manis padaku. Awww, bikin semangat pagiku kian menggebu. Hahaaa ….

Lagi-lagi belajar komunikasi produktif hari ini. Berbicara dengan orang lain rentan sekali terjadi miskomunikasi. Bukan karena isi pembicaraan, tetapi cara penyampaian juga sangat mempengaruhi. Apalagi berbicara dengan suami, seorang laki-laki, yang sudah tentu mengedepankan nalar daripada hati. Oleh karena itu, berbicara secara jelas, melakukan eye contact, menyinkronkan perkataan dengan bahasa tubuh sangat membantu dalam berkomunikasi.

Di hari kelima belas ini, Ibu belajar memahami bahwa ada cara yang salah dalam ibu menyampaikan pesan, maka untuk menghindari kesalahpahaman, ibu merubah strategi penyampaian pesan. Dalam komunikasi produktif dengan suami dikenal dengan kaedah I’m responsible for my communication results. Penjelasan lengkapnya silakan baca tulisan saya mengenai komunikasi produktif. 😉
___

#hari15
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
#komprod
#komproddengansuami
#bunsayjateng4
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#komunitasODOP
#Day15
#odopbatch6
Nining Purwanti
Selamat datang di blog Ibu Kiya. Ibu pembelajar yang suka baca, kulineran, jalan-jalan, dan nonton drama Korea. Selamat menikmati kumpulan coretan ibu Kiya, semoga ada manfaat yang didapat ya. ��

Related Posts

Posting Komentar