header coretan ibu kiya

Menyatakan Keinginan

Posting Komentar
Bunda Sayang
Komprod Day 8

Suatu pagi di sebuah rumah sederhana, seorang balita sedang asyik berbincang dengan ibunya.

“Ibuk, Kiya to mosok cita-citanya ganti lagi jal.” ucapnya dengan antusias saat kami sedang duduk santai bertiga.


“Dulu kan Kiya pengen jadi pemadam kebakaran, sekarang Kiya pengen jadi polisi wanita.” lanjutnya, “Apa boleh to Buk, kalau ganti-ganti cita-cita?”

Ibu pun tersenyum, “Ya boleh sayang, kalau Kiya masih kecil boleh ganti-ganti cita-cita. Besok kalau Kiya sudah besar, sudah bisa menentukan pilihan, Ibu ingin Kiya memilih cita-cita sesuai yang Kiya bisa dan Kiya suka. Supaya nyaman menjalaninya.”

“Yeay. Siap kapten!” jawabnya dengan senyum merekah.

***

Siang telah berlalu, sang sore datang pun menyapa. Usai mandi sore, Kiya memilih sendiri baju yang akan dikenakannya. Namun, mendadak ia merengek minta dipakaikan baju. Biasanya kalau sedang manja seperti ini, ibu mengingatkan dengan omelan, dan kata-kata andalan bahwa Kiya sudah besar.

Langsung dituruti? Jelas tidak. Bukannya langsung memakai baju sendiri, justru rayuannya semakin menjadi. Mulai dari Kiya capek lah, Kiya rindu Ibu lah, kali ini saja lah, dan berbagai alasan lainnya yang kadang bikin ibu luluh juga.

Nah, pada tantangan komunikasi produktif kedelapan ini, ibu mencoba dengan cara 'mengatakan apa yang kita inginkan’.

Tarik napas dalam-dalam terlebih dahulu, pasang senyuman ramah, kemudian mendekati si Cinta.

“Kiya tahu nggak? Ibu itu ingin Kiya bisa jadi anak mandiri. Bisa pakai baju sendiri.” ucapku dengan intonasi yang jelas, tegas, dan ramah sambil menatap matanya yang indah.

“Kiya bisa jadi anak mandiri?” tanyaku kemudian.

OMG! I’ts work.

Bisa dong.” jawabnya.
Tanpa menunggu lama, tanpa berargumen, Kiya langsung berdiri, dan memakai satu per satu pakaian yang sudah diambilnya dari almari tadi. Sesekali ia hanya bertanya untuk memastikan posisi bajunya yang sudah tepat apa belum. Begitu selesai,
“Taraaa … Kiya bisa pakai baju sendiri dengan rapi to, Bu?” tetap dengan gaya centil dan senyum sumringahnya yang khas. Hahaaa …

Meskipun tetap ada bagian yang masih perlu untuk ibu rapikan, tetap saja ini sebuah kemajuan yang layak ibu apresiasi. Kuacungkan jempol dan memberikan senyuman terbaik ibu sebagai hadiah. Dengan itu saja membuat senyumnya makin merekah. Alhamdulillah, semoga bisa menjadi habit ya sayang. đŸ˜˜đŸ˜‡

Lagi-lagi terbukti, bahwa kekuatan kata itu benar adanya. Maka, tinggal kita mau pilih yang mana, mempertahankan cara kuno dengan kata-kata yang menanamkan kerendahan diri, atau mulai mengeluarkan kata-kata baik yang memotivasi. Semangat untuk terus belajar dan bergandengan tangan dalam menempuh kehidupan bersama sang buah hati. đŸ˜‰
___

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
#komprod
#komproddengananak
#bunsayjateng4
#komunitasonedayonepost
#onedayonepost #ODOP_6 #Day9
Nining Purwanti
Selamat datang di blog Ibu Kiya. Ibu pembelajar yang suka baca, kulineran, jalan-jalan, dan nonton drama Korea. Selamat menikmati kumpulan coretan ibu Kiya, semoga ada manfaat yang didapat ya. ��

Related Posts

Posting Komentar