header coretan ibu kiya

Pulau Buru : Tempat Pengasingan Sastrawan Legendaris Indonesia

4 komentar
One Day One Post
www.wikipedia.com

Halohaaa … setelah beberapa hari menghilang dari peredaran, akhirnya Ibu Kiya balik lagi. Aihihiii ….

Kali ini, Ibu Kiya mau cerita tentang Pulau Buru. Yups, Pulau Buru yang berada di Maluku.  Jangan tanya kerasukan angin apa ya, kalau Ibu Kiya yang bisanya berhaha hihi, dan bahas hal-hal remeh temeh ini mendadak nulis tentang geografi.

Jadi gini … ceritanya, Ibu Kiya itu kadung jatuh hati dengan keramahtamahan, kekeluargaan, dan segala warna-warni  dalam grup RWC One Day One Post. Duh … entah apa mantra sihir yang dibawanya, pokoknya gak mau lepas aja, maunya nginthil semua kegiatan yang diadakan ODOP. Begitu ODOP oprec batch 6, tanpa pikir panjang langsung aja ikutan daftar, Alhamdulillah lolos, Maaak. (mengerjap-ngerjap kegirangan). 😍😍😍


Nah, kemarin tu kita dah dimasukkan ke grup utama. Ramainya Maaak, MasyaAllah … ditinggal meleng sedikit aja dari grup, Ibu Kiya harus manjat 500an chat. Apalagi kalau pasukan RWC sudah masuk, rusuh Maaak, rusuhhh … tapi justru kerusuhan merekalah yang selalu membuat rinduku menggebu. Eciieee ....

Hari ini, kita sudah dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Sepertinya sih untuk memudahkan komunikasi dan proses setor link tulisan nantinya. Terbayang kan Mak, betapa riwehnya admin mengoordinir 100 orang lebih dalam satu waktu, dan grup yang sama. Sementara karakter pesertanya berbeda-beda. Kalau saya sih, sudah angkat tangan duluan. 🏳

Pemilihan nama kelompok kecil inilah yang menarik perhatian Ibu Kiya. Namanya unik, diambil dari nama pulau-pulau di Indonesia. Ada Pulau Bungin, Pulau Harapan, Pulau Buru, dan Pulau Natuna. Ibu Kiya masuk ke kelompok Pulau Buru. Maka berburulah Ibu Kiya, mencari informasi mengenai Pulau ini dari berbagai sumber yang terpercaya.

Pulau Buru merupakan salah satu pulau besar di Kepulauan Maluku. Sebagian besar wilayah Pulau Buru berupa perbukitan dan pegunungan. Penghuni pulau Buru ada beberapa etnis. Penduduk aslinya adalah etnis Buru, sedangkan sisanya adalah etnis pendatang, yakni Ambon, Maluku Tenggara (terutama Kei), Ambalau, Kep. Sula (terutama Sanana), Buton, Bugis, dan Jawa (terutama di daerah pemukiman transmigrasi).

Dulunya pulau Buru merupakan tempat pengasingan bagi para TaPol (tahanan politik) pada masa orde baru. Belasan ribu orang yang dituding sebagai simpatisan PKI diasingkan ke pulau ini secara bertahap, mulai dari tahun 1969 sampai 1976. Para tapol yang diasingkan ini dirampas hak-hak kewarganegaraannya, dan tidak boleh kembali ke tempat asalnya hingga waktu yang tak berbatas.

Pramoedya Ananta Toer
Karya Pram di Pengasingan (primaananta.blogspot.com)

Salah satu tapol yang diasingkan oleh pemerintahan Soeharto ke pulau ini adalah sastrawan legendaris Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Beliau diasingkan ke Pulau Buru tanpa pernah diadili sebelumnya.

Di pulau ini, almarhum Pramoedya tetap menuangkan gagasannya ke dalam tulisan secara sembunyi-sembunyi, dan dalam keterbatasan. Salah satu yang ia tulis adalah novel sejarah. Karya-karyanya selama dalam pengasingan berhasil diamankan oleh salah seorang rekannya sesama tapol. Pada akhirnya, Pramoedya dinyatakan bebas pada tanggal 21 Desember 1979.



Saat pertama kali mereka datang, Pulau Buru masih berupa hutan belantara. Para tapollah yang dipaksa bekerja keras untuk membuka lahan hingga menjadi pulau yang layak huni. Mereka hidup dari sumber kekayaan alam yang melimpah dalam bidang pertanian dan hasil laut (perikanan).

Sungguh disayangkan, Pulau Buru yang dulu tumbuh subur, berlimpah kekayaan dari pertanian, dan perikanan berkat kerja keras para tapol itu, kini telah berubah menjadi wilayah yang perlu penanganan serius karena terjadinya penambangan emas secara besar-besaran. Semoga keserakahan para pencari emas itu bisa segera dihentikan dan diatasi, supaya keelokan Pulau Buru tetap abadi.

*Disarikan dari berbagai sumber.

Nining Purwanti
Selamat datang di blog Ibu Kiya. Ibu pembelajar yang suka baca, kulineran, jalan-jalan, dan nonton drama Korea. Selamat menikmati kumpulan coretan ibu Kiya, semoga ada manfaat yang didapat ya. ��

Related Posts

4 komentar

  1. Balasan
    1. Makasih, Mama Mahira sayang. Masih belajar nulis yang enak ini. πŸ˜…πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

      Hapus
  2. Pulau buru banyak hantu Mak, sepiii...hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini salah satu penjaganya (di grup) nongol. Terima kasih sudah mampir, Akak Cantik. πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

      Hapus

Posting Komentar